Live In Banyumas di Hotel Pondok Slamet Baturaden

Live In Banyumas di Hotel Pondok Slamet Baturaden

Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah melaksanakan live in di Hotel Pondok Slamet, Baturraden selama dua hari (5-6/3). Acara ini bertujuan untuk mengetahui aset hotel yang dimiliki pemerintah provinsi Jawa Tengah.  Acara ini diikuti pula Agen Travel, ASITA, HPI, Blogger, Pengiat Sosmed dan GenPI Jawa Tengah.

Suwondo Geni Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Dinporabudpar Banyumas memaparkan, Hotel Pondok Slamet yang dimiliki Pemprov Jateng ini sangat strategis. Sebab, lokasinya tak jauh dari obyek wisata andalan Kabupaten Banyumas.

Namun begitu, ia  mengingatkan agar penataan perlu lebih menarik agar wisatawan yang berkunjung merasa semakin nyaman.

”Kita harus punya tagline seperti ini bahasa banyumasannya ‘Aja Kelalen Pikniknya di Baturraden, Nginepnya di Hotel Pondok Slamet’ (Jangan Lupa Pikniknya di Baturraden, Menginapnya di Hotel Pondok Slamet),” ujar Suwondo.

Dijelaskan Suwondo, kehadiran para pelaku wisata, Khususnya ASITA, dalam acara live ini ini merupakan sebuah hal yang baik. Pasalnya pelaku wisata ini yang paling paham bagaimana cara menyiapkan sebuah tempat yang nyaman bagi wisatawan.

Ia melanjutkan, singkronisasi aset provinsi Jawa tengah ini juga sebagai salah satu kerjasama antara Disporabudpar Banyumas dengan Disporapar Provinsi Jawa Tengah.

”Artinya kalau ini bisa terus di jaga maka ini akan menjadi salah satu daya dukung pemerintah daerah dengan pemerintah Provinsi,” pungkasnya.

Sementara itu, Bambang Siswanto, perwakilan  Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah mengatakan,  hotel milik pemerintah Provinsi di kawasan di Baturraden ini sengaja diperkenalkan kepada teman-teman ASITA Jateng. Harapannya, jika ada event-event atau gathering di wilayah Baturraden, bisa diinapkan di Hotel Pondok Slamet ini.

“Kami juga meminta kepada media yang datang agar membantu untuk publikasikan tempat hotel pertama di kawasan Destinasi Wisata Baturraden ini,” harap Bambang.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki empat hotel di sejumlah objek wisata yang dikelola Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar).

Pondok Slamet Hotel Asri Milik Pemprov Jateng di Baturraden

Empat hotel itu yakni Pondok Slamet di Baturraden Banyumas, Pringgosari di Tawangmangu Karanganyar, Garuda di Kopeng Kabupaten Semarang, dan Karimunjawa Inn di Pulau Karimunjawa Jepara.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jateng, Prambudi menuturkan meskipun hotel nonbintang, namun penginapan tersebut diklaim tetap dikunjungi tamu untuk menginap.

“Aset hotel kami tetap banyak yang tertarik untuk menginap.

Saat tidak peak season, biasanya juga dapat limpahan pengunjung,” ucapnya, Jumat (14/2/2020).

Pihaknya tetap mengupayakan menghadirkan pelayanan dan fasilitas lengkap untuk memuaskan pelanggan, supaya wisatawan yang datang tidak kecele.

Dari segi fisik bangunan hotel, kata dia, tidak kalah dengan hotel milik swasta.

Begitu juga dengan harga yang dikatakan bisa bersaing.

Meskipun demikian, ia masih menemui kendala dalam aspek hospitality.

Hal itu lantaran sumber daya manusia (SDM) yang ada bukan merupakan orang perhotelan.

“hospitality atau SDM memang belum optimal.

Tapi kami berupaya untuk melakukan yang maksimal,” ujarnya

Selain melakukan pembenahan internal, Disporapar Jateng juga mengajak biro perjalanan, penggiat sosial media, dan jurnalis untuk untuk menginap atau live in di satu hotel aset pemprov, Pondok Slamet Baturraden selama dua hari, Kamis-Jumat (13-14/2/2020).

Tujuannya, agar hotel ini lebih dikenal publik dan diharapkan menaikan keterisian kamar.

Sehingga, pendapatan asli daerah (PAD) dari aset hotel wisata ini meningkat.

Rencananya, live in di hotel milik pemerintah juga tidak hanya diadakan di Pondok Slamet, tetapi juga di tiga hotel lainnnya secara bertahap.

“Melalui media, baik media massa, online (daring), media sosial dan sebagainya, bisa disampaikan agar orang penasaran untuk menginap,” Prambudi menambahkan.

Pondok Slamet tampak terlihat asri dengan sejumlah tanaman yang ada di setiap sisinya.

Memiliki tempat pertemuan atau hall, pendopo, dan tempat parkir yang luas.

Bahkan cukup untuk kendaraan bus.

Harga kamar mulai dari Rp 215 ribu.

Kelas kamar yang disediakan yakni standar hingga VIP.

Fasilitas kamar yang ada antara lain TV, lemari, air hangat, dan sebagainya.

Lingkungan hotel dan kamar juga bersih.

Sementata, Kepala Seksi Pengembangan Usaha Pariwisata Disporapar Jateng, Cahyo Danu S menambahkan, dari empat hotel milik pemprov, dua diantaranya terus memenuhi target PAD setiap tahunnnya.

“Dua hotel selalui penuhi target PAD.

Yakni Pondok Slamet di Baturraden dan di Tawangmangu Karanganyar,” imbuhnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *